Sabtu, 11 Mei 2013

MAKALAH TENTANG FAKTOR PSIKOLOGIS YANG MEMPENGARUHI KEHAMILAN



MAKALAH TENTANG
FAKTOR PSIKOLOGIS YANG MEMPENGARUHI KEHAMILAN



 





  


Disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah :
PSIKOLOGI
Oleh   :
                                        Patricia Puji L.          (1214315401036)       

PROGRAM STUDI D III KEBIDANAN II A
MALANG, 2013







BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Status kesehatan ibu hamil sangat berpengaruh terhadap masa depan kesejahteraan janin dan merupakan suatu cerminan dari keadaan janin yang aktual.  Status kesehatan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang tidak semua ibu mengetahuinya,khususnya factor psikologis. Selama hamil kebanyakan wanita mengalami perubahan psikologis dan emosional. Sering kali kita mendengar seorang wanita mengatakan sangat bahagia karena dia akan menjadi ibu namun tidak jarang ada seorang wanita merasa khawatir akan terjadi masalah pada kehamilannya.
Perubahan psikologis pada ibu hamil TM I umumnya terjadi penolakan, kecemasan, dan kesedihan, kemudian TM II ibu sudah merasa lebih nyaman dan pada TM III rasa tidak nyaman dapat timbul kembali karena ibu merasa dirinya aneh dan jelek di samping perasaan sedih akan berpisah dengan bayi dalamkandungannya. Faktor psikologis  yang  berpengaruh dalam kehamilan dapat berasal dari dalam diri ibu hamil (internal) dan dapat juga berasal dari luar diri ibu hamil (eksternal)
Faktor psikologis yang berasal dari dalam diri ibu dapat berupa latar belakang kepribadian ibu dan pengaruh perubahan dan pengaruh hormonal yang terjadi selama kehamilan.Faktor psikologis yang berasal dari luar  diri ibu dapat berupa pengalaman ibu misalnya ibu mengalami masa anak-anak yang bahagia  dan mendapatkan cukup cinta kasih,berasal dari keluarga yang bahagia sehingga mempunyai anak di anggap sesuatu yang diinginkan dan menyenangkan maka ia akan terdorong secara psikologis untuk mampu memberikan kasih sayang kepada anaknya.
Ibu merupakan  salah satu anggota keluarga yang sangat berpengaruh sehingga apapun yang terjadi pada ibu akan mempengaruhi  keadaan keluarganya.
Bagi pasangan baru kehamilan merupakan kondisi dari masa anak menjadi orang tua sehingga kehamilan merupakan sesuatu yang di anggap krisis bagi kehidupan berkeluarga yang dapat di ikuti oleh stress dan kecemasan.
Perlakuan kekerasan terhadap fisik atau kekerasan seksual yang di lakukan pasangannya. Satu kekerasan wanita hamil yaitu Aborsi. Hal ini di sebabkan karena kehamilan yang tidak di inginkan

1.2  Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah factor stresor internal dan eksternal tersebut ?
2. Bagaimanakah factor support yang di berikan oleh keluarga ?
3. Bagaimanakah factor substance dan partner abuse tersebut ?

1.3  Tujuan
Adapun tujuan disusunnya makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Mengetahui faktor-faktor apa saja yang memengaruhi kehamilan dalam psikologis
2.      Mengetahui seberapa besar pengaruh faktor psikologis dalam menjaga kehamilan
3.      Mengetahui pengaruh psikologis terhadap kesehatan ibu hamil




BAB II
PEMBAHASAN

 Faktor Psikologis Yang Mempengaruhi Kehamilan
1.      Stresor Internal dan Eksternal
         Kehamilan adalahsuatu krisis maturnitas yang dapat menimbulkan stress, tetapi berharga karena wanita tersebut menyiapkan diri untuk memberi perawatan dan mengemban peran baru, wanita tersebut mengubah konsep dirinya supaya dia siap menjadi seorang yang bebas dan berfokus pada diri sendiri menjadi seorang yang seumur hidup berkomitmen untuk merawat seorang     individu           lain.
       Selama hamil kebanyakan wanita mengalami perubahan psikologis dan emosional. Sering kali kita mendengar seorang wanita mengatakan sangat bahagia karena dia akan menjadi ibu namun tidak jarang ada seorang wanita merasa khawatir akan terjadi masalah pada kehamilannya. Perubahan psikologis pada ibu hamil TM I umumnya terjadi penolakan, kecemasan, dan kesedihan, kemudian TM II ibu sudah merasa lebih nyaman dan pada TM III rasa tidak nyaman dapat timbul kembali karena ibu merasa dirinya aneh dan jelek di samping perasaan sedih akan berpisah dengan bayi dalam kandungannya.
      Konflik dan masalah yang di hadapi seorang wanita yang hamil dapat memberikan pengaruh terhadap kehamilannya. Dengan suasana hati yang tenang, seorang wanita hamil dapat melalui dan  menjalani            kehamilan        dengan sehat.
Faktor psikologis  yang  berpengaruh dalam kehamilan dapat berasal dari dalam diri ibu hamil (internal) dan dapat juga berasal dari luar diri ibu hamil (eksternal).
1.                  Stresor internal
         Faktor psikologis yang berasal dari dalam diri ibu dapat berupa latar belakang kepribadian ibu dan pengaruh perubahan dan pengaruh hormonal yang terjadi selama kehamilan.
Ibu hamil yang kepribadiannya immature (kurang matang)  biasanya di jumpai pada calon ibu yang biasanya masih sangat muda,introvert (tidak mau berbagi dengan orang lain) atau tidak seimbang antara perilaku dan perasaannya,cenderung menunjukkan emosi yang tidak stabil dalam menghadapi kehamilannya di bandingkan dengan ibu hamil yang memiliki kepribadian yang mantap  dan dewasa.Ibu hamil dengan kepribadian yang seperti ini biasanya menunujukkan ketakutan dan kecemasan terhadap dirinya dan bayi yang di kandungnya selama kehamilan  merupakan beban yang sanagat berat dan tidak menyenangkan selama kehamilan.Sehingga ibu tersebut lebih mudah mengalami depresi selama kehamilannya.Ia merasa kehamilannya merupakan beban yang sangat berat dan tidak menyenangkan.
         Demikian pula dengan pengaruh perubahan hormon yang berlangsung selama kehamilan juga berperan dalam perubahan emosi,membuat perasaan jadi tidak menentu ,konsentrasi berkurang dan sering pusing.Hal ini menyebabkan ibu merasa tidak nyaman selama kehamilan tibulnya stres yang menyebabkan ibu sering murung.
         Faktor-faktor lainnya yaitu pemicu stres ibu hamil yang berasal dari diri ibu sendiri.Adanya beban fisikologis yang di tanggung  oleh ibu dapat menyebabkan gangguan perkembangan bayi yang nantinya akan terlihat ketika bayi lahir.Anak akan tumbuh  menjadi seseorang dengan kepribadian yang tidak baik,bargantung pada kondisi stres yang di alami oleh ibunya,seperti anak  yang menjadi seseorang dengan  kepribadian tempramental,autis atau orang yang terlalu rendah diri (minder).Inu tentu saja tidak kita harapkan .oleh karena itu ,pemantauan kesehatan fsikologis pasien sangat perlu di lakukan.
2.                  Stresor eksternal
Faktor psikologis yang berasal dari luar  diri ibu dapat berupa pengalaman ibu misalnya ibu mengalami masa anak-anak yang bahagia  dan mendapatkan cukup cinta kasih,berasal dari keluarga yang bahagia sehingga mempunyai anak di anggap sesuatu yang diinginkan dan menyenangkan maka ia akan terdorong secara psikologis untuk mampu memberikan kasih sayang kepada anaknya.Selain itu pengalaman ibu  yang buruk tentang proses kehamilan atau persalinan yang meninggalkan trauma  berat bagi ibu dapat juga menimbulkan gangguan emosi yang mempengaruhi kehamilanya.
Gangguan emosi baik berupa stress atau depresi yang dialami pada trimester pertama kehamilan akan berpengaruh pada janin karena pada saat itu janin sedang dalam masa pembentukan. Akan mengakibatkan pertumbuhan bayi terhambat atau BBLR.
Bukan hanya itu, pada pertumbuhan anaknya nanti anak akan mengalami kesulitan belajar,sering ketakutan bahkan tidak jarang hiperaktif karna dalam kehamilan ibu sering merasa gelisah  maka terjadi perubahan neorotransmiter di otaknya dan mempengaruhi neorotransmiter janin melalui plasenta..Selain itu dapat meningkatkan neural adrenalin,serotonin dan gotamin yang bias masik ke predaran darah janin sehingga mempengaruhi system sarafnya.
Oleh karena itu dalam memberikan asuhan antenatal ,bidan harus mampu memberikan pendidikan parent education sejak kehamilan trimester I sehingga orang tua mendapat banyak pengetahuan terutama tentang perubahan yang terjadi selama kehamilan dan di harapkan bias beradaptasi pd perubahan –perubahan psikologis tersebut.
Pemicu stres yang berasal dari luar  juga bentuknya sangat bervariasi.Misalnya masalah ekonomi,konflik keluarga ,pertengkaran dengan suami,tekanan dari lingkungan (respos negatif dari lingkungan pada kehamilan lebih dari 5 kali),dan masih banyak kasus yang lainnya.
3.                  Support Keluarga
Ibu merupakan  salah satu anggota keluarga yang sangat berpengaruh sehingga apapun yang terjadi pada ibu akan mempengaruhi  keadaan keluarganya.
Bagi pasangan baru kehamilan merupakan kondisi dari masa anak menjadi orang tua sehingga kehamilan merupakan sesuatu yang di anggap krisis bagi kehidupan berkeluarga yang dapat di ikuti oleh stress dan kecemasan.Jika krisis tersebut tidak dapat di pecahkan maka akan menimblkan tingkahlaku maladatif dalam keluarga dan mungkin akan terjadi perpecahan antara anggota keluarga.kemampuan untuk memecahkan krisis dengan sukses adalah kekuatan bagi keluarga untuk menjalin hubungan baik.
Tugas keluarga yang saling melengkapi sehingga dapat menghindari konflik yang di akibatkan kehamilan dapt di tempuh dengan jalan : merencanakan dan mempersiapkan kehadiran anak,mengumpulkan dan memberikan informasi  bagaimana merawat dan menjadi ibu atau ayah bagi bayi.
Sedangkan dukungan keluarga yang dapat di berikan agar kehamilan daoat berjalan lancer antara lain : Memberikan dukungan pada ibu untuk menerima kehamilannya ,member dukungan pada ibu untuk menerima dan mempersiapkan  peran sebagai ibu,member dukungan pada ibu untuk menghilangkan rasa takut dan cemas terhadap persalinan,member dukungan pada ibu untuk menciptakan hubungan yang kuat antara ibu dan anak yang di kandung nya melalui perawatan  kahamilan dan persalinan yang baik,menyiapkan keluarga lainnya untuk menerima kehadiran anggota keluarga baru.
Setiap tahap usia kehamilan ,ibu akan mengalami perubahan baik yang bersifat fisik maupun psikologis .Ibu harus melakukan adaptasi pada setiap perubahan yang terjadi,dimana sumber stres terbesar  terjadi karena dalam rangka melakukan adaptasi terhadap kondisi tertentu.
Dalam menjalani proses itu ,ibu hamil sangat membutuhkan dukungan intensif dari keluarga dengan cara menunjukkan perhatian dan kasih sayang.


4.                  Subtance Abuse
Beberapa jenis obat-obatan bisa menghambat terjadinya kehamilan atau membahayakan bayi dalam kandungan. Jika ibu minum obat secara teratur, misalnya untuk mengatasi epilepsy atau diabetes, mintalah nasihat dokter saat memutuskan untuk hamil. Aspirin dan sulfanilamide cukup aman pada awal kehamilan, namun banyak yang belum diketahui mengenai efek jangka panjang pada janin. Hindari obat-obatan yang diduga membahayakan.
Kekerasan yang dialami oleh ibu hamil di masa kecil akan sangat membekas dan sangat memengaruhi kepribadiannya. Ini perlu diperhatikan karena pada klien yang mengalami riwayat ini, tenaga kesehatan harus lebih maksimal dalam menempatkan diri sebagai teman atau pendamping yang bisa dijadikan tempat bersandar bagi klien dalam masalah kesehatan. Klien dengan riwayat ini biasanya tumbuh dengan kepribadian yang tertutup.
5.                   Kekerasan Yang Dilakukan Oleh Pasangan (Partner Abuse).
Perlakuan kekerasan terhadap fisik atau kekerasan seksual yang di lakukan pasangannya. Satu kekerasan wanita hamil yaitu Aborsi. Hal ini di sebabkan karena kehamilan yang tidak di inginkan Penyebabnya :
 Seks sebelum nikahØ
 Terlalu banyak punya anakØ
 Faktor ekonomiØ
 Korban perkosaanØ
        Kekerasan terhadap pekerjaan (diskriminasi gender), di dalam rumah tangga masih ada tanggung jawab untuk melakukan pekerjaan yang berat, perbedaan ekonomi menyebabkan wanita hamil mendapatkan fasilitas kesehatan yang minim, gizi buruk.
Akibat dari kekerasan terhadap wanita hamil yaitu :
 Dapat menimbulkan stresbahkan depresi sehingga berpengaruh terhadapØ janinyang sedang di kandungnya. Janin dapat lahir secara prematur dan mengalami gizi buruk.
 Kesakitan dan kematian ibu dan janin. Hal tersebut dapat terjadi jikaØ ibu ibu hamil mendapat perlakuan kekerasan secara fisik ataupun seksual.
         Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban kekerasan terhadap perempuan adalah wanita yang telah bersuami.Setia bentuk kekerasan yang di lakukan oleh pasangan harus slalu di waspadai oleh tenaga kesehatan jangan sampai kekerasan yang terjadi akan membahayakan ibu dan bayinya.Sewaktu pasien mengalami perasaan terancam yang akan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan janinnya










BAB III
PENUTUP


1.                  Kesimpulan
Dalam kehamilan ada beberapa faktor yang memengaruhi kehamilan terutama factor psikologis.
 Faktor Psikologi
Perubahan- perubahan psikis pada wanita selama kehamilan, diantaranya :
1.                  Stressor internal dan eksternal
      Faktor psikologis yang berasal dari dalam diri ibu dapat berupa latar belakang kepribadian ibu dan pengaruh perubahan dan pengaruh hormonal yang terjadi selama kehamilan.
Faktor psikologis yang berasal dari luar  diri ibu dapat berupa pengalaman ibu misalnya ibu mengalami masa anak-anak yang bahagia  dan mendapatkan cukup cinta kasih,berasal dari keluarga yang bahagia sehingga mempunyai anak di anggap sesuatu yang diinginkan dan menyenangkan maka ia akan terdorong secara psikologis untuk mampu memberikan kasih sayang kepada anaknya
2.                   Support keluarga
      Ibu merupakan  salah satu anggota keluarga yang sangat berpengaruh sehingga apapun yang terjadi pada ibu akan mempengaruhi  keadaan keluarganya.
Dalam menjalani proses itu ,ibu hamil sangat membutuhkan dukungan intensif dari keluarga dengan cara menunjukkan perhatian dan kasih sayang.
3.                  Substance abus dan partner abuse
      Kekerasan yang dialami oleh ibu hamil di masa kecil akan sangat membekas dan sangat memengaruhi kepribadiannya. Perlakuan kekerasan terhadap fisik atau kekerasan seksual yang di lakukan pasangannya. Satu kekerasan wanita hamil yaitu Aborsi.

4.                  Saran

      Semoga mkalah ini bermanfaat bagi penulis sendiri maupun pembaca dalam dunia pendidikan. Dan penulis berharap makalah ini akan bertambah baik di masa mendatang.
























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar